Komoditas
Usaha produksi agrikultur meghasilkan produk Komoditas di bidang-bidang usaha produksi; Tanaman Pangan, Perikanan, Perkebunan, Peternakan, Hortikultur, dan Kehutanan.
Serealia
Tanaman serealia berasal dari kata sereal atau biji-bijian. Pengertian serealia merupakan sekelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji atau bulirnya sebagai sumber karbohidrat. Kebanyakan jenis tanaman pangan serealia merupakan anggota dari suku padi-padian. Tanaman serealia utama merupakan anggota tanaman dengan nilai ekonomi tinggi. Selain karbohidrat, jenis tanaman pangan serealia juga kaya akan vitamin B kompleks dan E serta beberapa mineral seperti magnesium, besi dan zinc yang dibutuhkan juga oleh tubuh.
Kacang-kacangan
Tanaman kacang-kacangan tergolong kedalam jenis tanaman pangan yang sering dijumpai diseluruh dunia. Berbeda dengan kandungan pada serealia yang sebagian besar adalah karbohidrat, pada jenis tanaman pangan kacang-kacangan juga mengandung karbohidrat, tetapi lebih banyak mengandung protein, vitamin, mineral dan lemak sehat.
Hal tersebut menjadikan kacang-kacangan sering diolah sebagai sumber pangan pelengkap, walaupun yang tetap masuk dalam golongan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pangan.
Yang termasuk komoditas Kacang-kacangan, antara lain adalah : Kacang Hijau, Kacang Tanah, Kedelai, Kacang Koro, Kacang Kenari, Kacang Panjang, Kacang Tolo, dan Kacang Almond.
Umbi
Umbi-umbian merupakan jenis tanaman pangan yang digunakan sebagai sumber bahan makanan pokok karena mempunyai kandungan karbohidrat dalam bentuk pati dan kandungan serat yang tinggi.
Umbi merupakan organ atau bagain dari tanaman yang mengalami perubahan ukuran dan bentuk sehingga mengalami pembengkakan sebagai akibat dari perubahan fungsinya.
Tanaman Industri Semusim
Perkebunan komoditas tanaman industri semusim, tanaman hanya mampu tumbuh selama semusim pada tahun tersebut, atau tanaman tahunan yang biasa dipanen cepat sebelum musim berakhir.
Beberapa komoditas hasil perkebunan tanaman industri semusim, diantaranya adalah: Serat ganja, dari tanaman Cannabis sativa; Serat kapas, dari beberapa spesies kapas, Gossypium spp.; Serat kenaf, dari batang Hibiscus cannabinus; Serat goni dan bunga rosela, dari tanaman Hibiscus sabdariffa; Serat sisal, dihasilkan dari daun tanaman sisal, Agave sisalana; Serbuk indigo, dihasilkan dari tanaman tarum, Indigofera tinctoria; Gula tebu, dihasilkan dari perasan batang tebu dan produk sampingannya (dapat pula dibudidayakan secara tahunan); dan Daun tembakau, dihasilkan dari tanaman tembakau, Nicotiana spp.
Tanaman Industri Tahunan
Tanaman industri tahunan umumnya merujuk pada tanaman berkayu keras. Tanaman indutri tahunan mampu dipanen beberapa kali sebelum akhirnya mengalami penurunan hasil dan tidak lagi produktif secara ekonomi, yang kemudian ditebang.
Beberapa komoditi hasil perkebunan tanaman industri tahunan, diantaranya adalah: Karet, dari getah (lateks) tanaman para (Hevea brasiliensis); Kopra dan produk-produk lainnya dari Kelapa; Minyak sawit, minyak inti sawit, dan produk-produk lainnya dari Kelapa Sawit; Kulit dan batang kina, dihasilkan oleh beberapa jenis Cinchona spp.; Biji dan bubuk kopi, dihasilkan dari kebun Coffea spp.; Biji dan serbuk kakao, dihasilkan oleh tanaman Kakao, Theobroma cacao; dan Teh, dihasilkan dari pemrosesan daun teh, Camellia sinensis.
Perkebunan Rakyat
Terdapat pula produk tanaman industri tahunan lain yang ditanam dengan skala kecil dan kurang intensif, tetapi dikumpulkan lalu diolah sebagai produk perkebunan. Komoditas ini biasanya merupakan “perkebunan rakyat” dan perbedaannya dengan usaha tani pekarangan menjadi kabur.
Produk pada daftar di bawah, adalah beberapa di antaranya:
– Kulit manis, kayu manis, dihasilkan dari kulit batang/cabang beberapa jenis Cassia.
– Minyak sitronela, dihasilkan dari ekstrak batang semu sitronela, Cymbopogon spp.
– Bubuk vanili, dihasilkan dari pengolahan buah vanila, Vanilla planifolia.
– “Buah” kemukus, dihasilkan dari tanaman kemukus, Piper cubeba.
– “Buah” cabe jawa, dihasilkan dari tanaman cabe jawa, Piper retrofractum dan Piper longum.
– Biji pala dan salut bijinya (fuli), dari kebun pala
(Myristica fragrans).
– Buah dan bubuk merica, dihasilkan oleh tanaman lada, Piper nigrum.
– Serat kapuk, dihasilkan dari tanaman kapuk Ceiba pentandra.
– Kacang mete, dihasilkan oleh tanaman mete, Anacardium occidentale.
– Bunga, daun, dan minyak cengkih, dihasilkan oleh tanaman cengkih, Syzigium aromaticum.
Perikanan air Asin/Laut
Perikanan di air asin, atau perkanan laut, dibagi menjadi dua kategori, yaitu ; perikanan tangkap, dan perikanan budidaya. Perikanan budidaya di laut, misalnya dengan keramba, atau jaring apung. Berikut beberapa jenis ikan laut yang baik dan lezat untuk dikonsumsi, antara lain ; Makarel, Tuna, Tongkol, Kakap, Cakalang, Salmon, Tenggiri, Sarden, Teri, dan Ikan Kembung.










Perikanan Air Payau
Air payau adalah air dengan salinitas campuran antara air asin (air laut) dan air tawar, yang biasa ditemukan di kawasan pesisir dan muara sungai. Kawasan perairan ini menawarkan ekosistem yang unik dan kaya nutrisi, menjadikannya lingkungan yang ideal untuk budidaya perikanan. Beberapa jenis ikan dan udang yang populer pada budidaya di perairan payau adalah ; Bandeng (Chanos chanos), Kakap (Lutjanus spp.), Belanak (Mugilidae), Mujair (Oreochromis mossambicus), Kerapu (Epinephelus spp.), Nila (Oreochromis niloticus), Patin
(Pangasius spp.), Sidat (Anguilla spp.), Bawal (Colossoma macropomum), Udang, dan Kepiting Bakau (Scylla spp.).
Perikanan Air Tawar
Perikanan di air tawar, dibagi menjadi dua kategori, yaitu ; perikanan tangkap, dan perikanan budidaya. Perikanan budidaya di tawar, misalnya ; Budidaya Tambak, Budidaya Kolam, dan Budidaya (Perikanan di) Sawah. Terdapat banyak jenis ikan air tawar yang bisa dikonsumsi ataupun bisa dipelihara dan dibudidayakan, antara lain ; Bawal, Belut, Betutu, Gabus, Gurame, Mas, Lele, Mujair, Patin, Tawes, Nila, Sidat, dan Udang.
Perikanan Hias
Perikanan Hias, di air laut maupun di air tawar, dilakukan bukan untuk konsumsi (dimakan), melainkan untuk kesenangan. Bentuk, warna, ukuran, keserasian, dan kebiasaannya, yang menentukan kepuasan pemiliknya dan harganya. Jenis-jenis ikan hias, baik air asin/laut maupun air tawar, antara lain, adalah sebagai berikut ; Neon, Guppy, Cupang, Louhan, Komet, Arwana, Molly, Mas koki, Discus, Nemo, Koi, Oscar, Black Ghost, Dori, Botia, Blue Elektrik, Lemon, Cichlid, Corydoras, Venustus, Velifera, Red Devil, Oranda, Furcata, Firefish, Gepeng, Oscar Albino, Ikan Naga, Nila, dan Predator. Beberapa jenis udang hias, diantaranya adalah; Blue Pearl, Bumble Bee, Red Cherr, Vampire, dan Red Rili. Tidak ketinggalan, Kerang Mutiara, yang menghasilkan mutiara, yang nilai ekonominya tinggi..




















Peternakan Potong
Hasil utama dari peternakan potong adalah daging, yang merupakan salah satu sumber utama protein. Sekitar rata-rata 8% dari kebutuhan energi manusia berasal dari makanan daging. Jenis-jenis hewan untuk peternakan potong adalah, antara lain ; Sapi, Kambing, Domba, Babi, dan Kerbau.
Peternakan Perah
Semua hewan mamalia menghasilkan susu untuk anak-anaknya, dan mempunyai potensi untuk diusahakan sebagai peternakan perah. Sapi adalah hewan utama pada peternakan perah, yang dijadikan sumber susu untuk konsumsi manusia. Beberapa hewan lain juga diambil susunya di berbagai tempat tertentu, misalnya; kambing, domba, unta, kerbau, kuda, dan keledai.
Peternakan Unggas
Beberapa hewan-hewan unggas, seperti Ayam, Bebek, Angsa, dan Kalkun diternakkan untuk diambil dagingnya dan telurnya. Ayam adalah hewan utama yang diternakkan untuk tujuan keduanya, dagingnya dan telurnya, tegantung dari jenis ayam yang diternakkan. Saat ini, Burung, sudah menjadi salah satu investasi yang sangat menjanjikan. Selain mudah diternakkan, beberapa burung juga memiliki harga yang sangat mahal.
Peternakan Serangga
Serangga Lebah telah sejak lama dipelihara oleh manusia, di sarang lebah buatan. Peternakan ulat sutra, atau serikultur, juga telah ada sejak lama. Demikian juga beberapa jenis ulat, yang diternakkan untuk pakan hewan peliharaan. Beberapa peternakan serangga jenis baru, saat ini bermunculan, karena adanya kebutuhan pasar, untuk pakan binatang peliharaan, seperti misalnya; jangkrik, belalang, dan kecoa dubia.






Tanaman Buah
Indonesia, yang mempunyai beragam macam jenis buah-buahan, antara lain sebagai berikut : Alpukat, Mangga, Nanas, Rambutan, Durian, Pepaya, Manggis, Belimbing, Pisang, Salak, Lengkeng, Jambu, Sawo, Kedondong, Markisa, Nangka, Pisang Ambon Lumut, Jeruk Keprok, Srikaya, Jambu Biji, Jeruk Besar, Semangka, Duku, Mangga Gedong, Jeruk Nipis, Buah Naga, Melon, Mangga Podang, Pisang Tanduk, Jambu Biji Kristal, Bengkoang, Jambu Air Hijau, Sirsak dan Semangka Kuning.
Ditambah lagi, buah-buahan eksotis Indonesia yang saat ini sulit ditemukan. Buah-buahan khas Indonesia tersebut adalah; Kecapi, Sawo Kecik, Buni, Jambu Bol, Sawo Duren, Lobi-Lobi, Jamblang, Binjai, Cermai, Gandaria, Jambu Mawar, Bisbul, Delima, Blewah, Jeruk Purut, Markisa, Salak Merah, Cempedak, Terung Belanda, Durian Lay, Markisa Ungu, Matoa, Kesemek, Kepel, Pisang Merah, Carica, Sukun, Rukem, Langsat, Manggis Merah, Namnam, Alkesah, Mengkudu dan Durian Merah.
Tanaman Sayuran
Tanaman sayuran adalah tanaman yang menghasilkan sayuran, yang bagian dari tanaman itu, baik sebagian, maupun keseluruhan tanaman, menghasilkan produk yang dapat dibuat sebagai sayuran. Sayuran merupakan istilah yang umum digunakan untuk menyebutkan bahan pangan yang berasal dari tanaman, yang biasanya mengandung kadar air tinggi dan dikonsumsi dalam keadaan segar dan atau setelah diolah secara minimal. Berikut tanaman sayuran, antara lain ; Sawi, Brokoli, Bayam, Jengkol, Seledri, Kangkung, dan Bawang Bombai.







Tanaman Obat
Tanaman Obat adalah tanaman yang yang telah diidentifikasi dan diketahui, berdasarkan pengamatan dan penelitian manusia, memiliki senyawa yang bermanfaat untuk mencegah dan atau menyembuhkan penyakit. Senyawa tersebut melakukan fungsi biologis tertentu, sehingga mempunyai kemampuan untuk mencegah serangan yang membahayakan tubuh, misalnya; virus, bakteri, jamur, dan bahkan serangga. Beberapa tanaman yang dapat disebut sebagai tanaman obat adalah, antara lain ; Sirih, Lidah Buaya, Lengkuas, Kunyit, Kumis Kucing, Kencur, Kemangi, Jeruk Nipis, Jahe, Komomil, Ketumbar, Lavender, Lemon Balm, Peppermint, Rosemary, Thyme, dan Temulawak.
Tanaman Taman
Dalam pengertian di Indonesia, pertamanan banyak terkait dengan penataan ruang menggunakan berbagai elemen alami, terutama tanaman. Tanaman dalam penataan Lanskap memiliki tiga fungsi utama, yaitu: fungsi arsitektural, fungsi lingkungan, dan fungsi estetis tanaman. Jenis tanaman taman sangat beragam, mulai dari tanaman penutup tanah (Rumput Gajah Mini, Kacangan, dan Kucai Mini), tanaman hias berbunga (Mawar, Bougenville, Anggrek, dan Kamboja), tanaman peneduh (pohon ketapang, flamboyan), hingga tanaman semak dan daun dekoratif (Pakis Aji , Palem Mini, Lidah Mertua, dan Aglaonema).







Tanaman Bunga
Tanaman bunga, atau Tanaman hias, atau Florikultura. Tanaman Yang ditanam atau dibudidayakan di dalam florikultura bukan hanya tanaman yang berbunga, tetapi juga tanaman yang menjadi alas (bedding), dan atau tanaman inang, yang menjadj tempat tanaman berbunga tumbuh, serta tanaman pelengkap lainnya.
Pada florikultura, penanaman biasanya dilakukan di pot, di keranjang gantung, dan atau pada media lainnya, yang pada umumnya dijaga di dalam kondisi lingkungan yang terkontrol. Beberapa jenis tanaman bunga yang telah dikenal, antara lain, adalah ; Chrysanthemum, Pelargonium, Impatiens, Petunia, Kembang sepatu, Lily, Melati, Mawar, Gardenia, Dahlia, dan Daisy.











Kehutanan Konvensional
Yang tergolong ke dalam konsep Kehutanan Konvensional adalah yang masih berupa kegiatan penambangan kayu atau timber extraction (TE), dan juga, bahkan, yang sudah berupa perkebunan kayu atau timber management (TM). Jenis kayu hutan yang biasanya diambil adalah, antara lain ; Jati, Meranti, Keruing, Ramin, Ulin, Agathis, dan Bakau.







Kehutanan Modern
Kehutanan Modern, atau Kehutanan sosial adalah konsep pengelolaan hutan sebagai sumberdaya atau Forest Resource Management (FRM), dan konsep pengelolaan hutan sebagai ekosistem atau Forest Eosystem Management (FEM). Kedua konsep kehutanan modern/kehutanan sosial tersebut, disebut juga dengan istilah lain, yaitu Sustainable Forestry Management (SFM).
Pengelolaan Hutan diselaraskan dengan pengelolaan sumber daya alam yang lainnya, sehingga pemanfaatan sumber daya dapat terjalin dengan baik dan menguntungkan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.35/Menhut-II/2007, tanggal 28 Agustus 2007, daftar berikut adalah sebagian dari produk usaha kehutanan yang digolongkan sebagai komoditi hasil hutan bukan-kayu, yang menjadi urusan departemen Kehutanan, antara lain ; Kenari, Rotan, Gambir, Gondorukem, Terpentin, Damar, Gaharu, Kapur-barus, Kayu manis, Kayu Putih, Kemenyan, Kemiri, dan Kenanga.
Bunga
Rempah-rempah yang berasal dari bunga, antara lain adalah ; Saffron (bunga Crocus sativus), bunga Bawang, Sedap Malam, Cengkih (Syzygium aromaticum), Kecombrang atau Honje hutan (Etlingera hemisphaerica), Kapulaga (biji bunga Elettaria cardamomum), dan bunga Telang.
Buah
Rempah-rempah yang berasal dari buah, antara lain adalah ; Belimbing sayur/Wuluh (Averrhoa Bilimbi), Cabai (Capsicum annuum), Jeruk jungga (Citrus jambhiri), Jeruk purut (Citrus hystrix), Jeruk sambal (Citrus × amblycarpa), Jeruk nipis (Citrus × aurantiifolia), buah Kecombrang (Etlingera elatior), Asam gelugur (Garcinia atroviridis), Asam kandis (Garcinia xanthochymus), bunga Lawang (Illicium verum), Kemukus (Piper cubeba), Cabai jawa (Piper retrofractum), Asam jawa (Tamarindus indica), Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium), buah Bidara cina (Ziziphus jujuba), dan olahan Asam sunti (Averrhoa Bilimbi).
Biji
Rempah-rempah yang berasal dari biji, antara lain adalah ; Kemiri (Aleurites moluccana), Adas (Foeniculum vulgare), Kapulaga (Elettaria dan Amomum), Jintan putih (Cuminum cyminum), biji Ketumbar (Coriandrum sativum), biji Pala (Myristica fragrans), Jintan hitam (Nigella sativa), Lada (Piper nigrum), Adas manis (Pimpinella anisum), biji Kepayang (Pangium edule), Kas-kas (Papaver somniferum), Wijen (Sesamum indicum), Jintan (Trachyspermum roxburghianum), dan biji Kelabat (Trigonella foenum-graecum).
Daun
Rempah-rempah yang berasal dari daun, antara lain adalah ; daun Mekai (Albertisia papuana), Kucai (Allium tuberosum), daun Nangka (Artocarpus heterophyllus), daun Sirsak (Annona muricata), daun Seledri (Apium graveolens), daun Jeruk purut (Citrus hystrix), daun Ketumbar (Coriandrum sativum), daun Kunyit (Curcuma longa), daun Serai dapur (Cymbopogon citratus), Walangan (Eryngium foetidum), daun Kandis (Garcinia xanthochymus), daun Mengkudu (Morinda citrifolia), daun Kemangi (Ocimum africanum), daun Ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum), daun Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius), daun Kesum (Persicaria odorata), daun Mangkokan (Polyscias scutellaria), daun Singkil (Premna corymbosa), daun Sengkubak (Pycnarrhena cauliflora), daun Salam (Syzygium polyanthum), dan daun Asam jawa (Tamarindus indica).







Kulit Kayu
Rempah-rempah yang berasal dari kulit kayu, antara lain adalah ; Palasan atau Pulasari / Pulosari (Alyxia stellata), Kayu Manis (Cinnamomum verum), dan Mesoyi (Cryptocarya massoia).
Umbi Lapis
Rempah-rempah yang berasal dari umbi lapis, antara lain adalah ; Bawang putih (Allium sativum), Bawang merah (Allium cepa var. aggregatum), Bawang bombai (Allium cepa), dan Lokio (Allium schoenoprasum).






















































































































